Bisnis Online I Affiliasi I Tutorial Blog I Tips & Trick I Motivation I SEO

Lamaran Tanpa Pacaran

ijinkan aku menikah tanpa pacaran
Sahabat - Bolehkah saya bertanya pada kalian dalam urusan cinta? Terus terang saya nggak berpengalaman untuk masalah yang satu ini khususnya soal lamaran dan pernikahan. Saya pribadi berkeinginan untuk menikah tanpa melalui proses pacaran terlebih dahulu karena hal itu lebih syar'i menurut agama islam.

Pertanyaannya adalah:
1. Sebagai gadis remaja yang sudah siap menikah, kalian ingin dilamar dengan cara apa dan bagaimana supaya proses lamaran berjalan lancar dan berkesan?
2. Sebagai seorang istri dari suami anda, bolehkah saya tahu bagaimana suami anda melamar kalian, sehingga anda bersedia menikah dengannya?
3. Sebagai seorang pemuda yang akan menikah, tolong kasih tahu saya bagaimana anda melamar calon pasangan anda?
4. Sebagai seorang suami dari istri anda, bolehkah saya tahu bagaimana anda melamar pasangan anda dulu, sehingga ia rela menjadi pendamping anda?

Mohon jawab pertanyaan yang saya ajukan dengan jujur dari lubuk hati yang paling dalam. Saat ini saya sedang membutuhkan pencerahan dari temen-temen blogger sekalian.
SHARE :

Cara Unik Masak Mie Instan

HEBOH..!!! - Kata itulah yang mungkin akan sahabat katakan tatkala melihat VIDEO UNIK masak mie instan berikut https://youtu.be/1MEs9a-973U.
30 Komentar untuk "Lamaran Tanpa Pacaran"

Pengalaman sahabat tentang lamaran dan pernikahan akan membuka wawasan saya untuk mencari pendamping hidup. Saya ucapkan terima kasih kepada para sahabat yang rela berbagi pengalaman dengan saya.

http://menujumadani.wordpress.com/2013/08/06/cinta-memerlukan-waktu/

Saya mungkin tergolong exstrim dalam urusan ini. Tapi toh kehidupan kami baik-baik saja dan barokah.

haha, bisa saja sob bikin judul nya...
lebih baik gitu sob lamaran tanpa pacaran, nanti pacarannya setelah menikah saja

Terima kasih banyak sob atas cerita true story-nya. Sangat menginspirasi sekali.

Saya jadi paham bahwa pernikahan nggak selalu di dasari cinta karena cinta bisa tumbuh setelah pernikahan.

wah saya belum melamar dan belum menikah nih. ^_^

tapi katanya kalo cowok dipandang karena masa depannya. kalo cewek dipandan karena masa lalunya. ^_^ (maaf kalo gak nyambung ke pertanyaan).

saya belum pernah melamar mas...
ya mungkin cara melamarnya gak jauh beda dengan yang biasanya, sesuai adat gitu, mempelai laki datang ke orangtua calon mempelai wanita...
maaf kalo gak pas...

semoga diberi kemudahan dengan proses lamarannya ya mas...
:)

benar sekali mas, cinta datang setelah penikahan. Saya beranikan diri untuk melamar wanita karena pakaiannya, informasi dari orang terdekatnya, dan menarik hati saya (yang belum tentu cinta hanya suka saja)

Dulu sih karena mantap calon suami orang yang baik dan bisa mengerti saya apa adanya.
Saran saya sih Mas, kalau suka sama cewek, coba deh melakukan pendekatan dulu, dari situ bisa kelihatan apa cewek itu suka apa gak sama Mas. Kalau keliatan gak suka, lebih baik tidak usah diteruskan. Kalau memang terlihat tanda2 suka langsung lamar aja :)

belum lamaran dan belum nikah :D jadi ga bisa kasih saran xD

waktu itu saya dikenalin sama teman, bukan kenalan langsung, tapi hanya lewat foto dan biodata. karena merasa cocok lihat biodatanya dan dengar dari orang lain bahwa dia baik orangnya dan imannya, saya pun dipertemukan langsung sama orangnya (bukan berduaan tapi yaa, ditemenin sama temen yg lain). lalu minggu depannya dia langsung ke rumah saya berkenalan dengan orang tua dan mengutarakan maksudnya untuk ke tahap serius. waktu itu orang tua masih ragu tapi karena dia terus berusaha (rajin silahturahim sama orang tua, walau saya gak di rumah) jadinya ortu luluh juga. saya tidak terikat atau pacaran sama dia, palingan hanya ngobrol seperlunya saja,itu juga hanya lewat sms.

saya niat menikah hanya karena Allah dan untuk menghidari galau, saya menikah bukan karena naksir berat sama dia, bisa dibilang waktu itu saya belum jatuh cinta sama dia. saya pasrah karena saya yakin pernikahan itu akan menumbuhkan cinta itu sendiri. terbukti setelah 8 bulan menikah (skrng) jangan tanya deh secinta apa saya sama suami saya,, eheheh :D

niatkan karena Allah, insyaallah semuanya lancar dan bahagia :) good luck

klo ane dari awal pacaran emang udah ada planning buat nikah, jadi selama pacaran kita nyicil keperluan nikah sampe akhirnya menurut kita cukup dan tingal nentuin tanggal
good luck lamaranya

kalo saya sih tetap melakukan pendekatan selain kepada calon tetapi juga orang tua dan mertua

pertama, menanyakan kepada orang tua, kalo udah sreg kemudian menanyakan kepada si perempuan, kalo memang mau, baru kemudian menanyakan kepada orang tuanya beserta orang tua kita, agar terlihat kesungguhan kita untuk melamar si gadis

saya juga begitu mas, dan alhamdulillah diperbolehkan untuk melamar anaknya

saya baca komentar-komentarnya saja, ilmu nih buat saya 4 atau 5 taun kedepan. :D

yang penting harus mengenali satu sama lain dulu baru akan tercipta nanti suasana yang akan ke jenjang selanjutnya hehehe... :D

Apapapun cara dan teorinya hanya satu kuncinya Kang, keberanian untuk menyatakan untuk melamar dan siap untuk menerima atau menolak lamaran.

Salam wisata

Semestinya ada masa penjajakan dulu... Yah biar lebih tahu calon kita, Mas. Biar nggak kayak kucing dalam karung...

Karena saya seorang pria maka saya akan coba jawab pertanyaan no 3 &4.

3. Sebelum melamar pasangan sebaiknya puasa aja dulu sehari. Niatnya terserah, yang penting doanya agar di terima lamarannya.

4. Sebelum melamar alangkah lebih baik tanyakan dulu pada calon pasangan apakah siap utk dilamar? Jika siap dan setuju maka bawalah orang tua anda ke rumah calon pasangan anda tersebut utk proses melamar.

Ini pengalaman saya 2010. Moga bisa membantu ya mas yitno, kalo ngga, maafkanlah. hehehe

mf klo agak panjang ya pak.., sy agak bingung gmn menyingkatnya.. *smile

cz latar belakang pendidikan/lingkungan org beda2 pasti jawabanx pun beda2.., misalx sy pak.., kami aktivitas dakwah tdk mengenal yg namax pacaran (hukumx sdh jelas mf, haram!), hny Taa'ruf yg kami kenal.., baik itu teman2 dr PKS, HT dan teman2 dr salafi...

dr pertanyaan point 1 hingga point 4 diatas susbtansi pertanyaanx hny seputar 'Bagaimana cara Melamar', sdh pasti carax melalui hal2 yg dibenarkan dlm syariat.., singkatx, sebelum melamar atw Khitbah hrs melewati dlu proses Ta'ruf (saling kenal mengenal=penjajakan), mf bukan Ta'aruf model jahiliyyah = pacaran tp ta'atuf yg dituntun olh syariat...

setelah klop maka yg laki2 atw yg cewek melapor ke murabix = ustadz/ustadzah masing2.., lalu ditentuknlah kapan melamarx..., jd proses Ta'aruf gk trlalu lama biasax hny 1-2 minggu paling lama 1 bulan..

kami disini, (cewek/cowok) ikut yg namax Tarbiyyah=semacam kelompok belajar (khusus belajar agama), yg dibimbing olh ustadz/ustadzah.., pertemuanx biasa seminggu sekali.., ustadz/ustadzah ini lah yg sebagai penghubung..., dst...

klo ada yg kurang jelas bs ditanyakan pak... *smile

wah sedang mempersiapkan ya yitno, semoga lancar ya,,
bagaimanapun caranya yg utama jangan keluar dari aturan agama ya...

kasih tau saja orang tua siapa gadis pilihan itu dan mintakan orang tua melamarnya, diterima syukur gak diterima cari lagi

Sebagai istri [ hampir 6 bulan], dan menikah tanpa melalui pacaran, prosesnya adalah: calon suami [kala itu] menyampaikan niatnya utk berta'aruf dan memberi waktu saya utk memikirkannya dulu. Jika saya bisa nerima, ya lnjut. jk gak bisa, ya ttp bersiturahim. Saat dia menyampaikan ta'aruf, dia menyampaikan garis besar keadaannya spt apa. Dan saya akhirnya membuat pertanyaan, tepatnya 5 pertanyaan. Dr jwbn dia, br saya membuat kptsn berdasarkan jwbn dia.

Singkat cerita, saya menyerahkan keputusan pd dia lagi. Alhsil, jarak sblan stlh sepakat lnjt, lamaran - menikah deh

langkah yang dilakuka mbak Rie dan suaminya, patut diteladani Kang, dan Islam memang tidak mengajarkan pacaran

jalani aja om...
aku juga ga pake pacaran, nyatanya udah nongol tuyul 2 biji
ga pake proses ribet, cuma pilih pilih di blog doang. mencoba membaca pribadinya dengan cara menelaah tulisannya dari jaman jepang sampai update terakhir. yakin bakal cocok langsung ngomong mau ga diajakin kawin. setelah dijawab mau langsung bikin komitmen. sekali lagi komitmen, om bukan janji atau impian muluk muluk tentang masa depan.

udah oke, aku janjian di bandara trus langsung ke rumah kenalan dengan orang tuanya. aku balik ke jogja, ortuku ngelamar. sebulan kemudian nikah deh.

dari pertemuan pertama sampe menikah ga sampai 5 kali. nyatanya dengan komitmen mau saling terbuka sejak awal segalanya bisa diatasi. buktinya dua bulan kemudian sudah telat bulan...

aku yakin om yitno ga seekstrim aku kan..?
minimal sudah kenal darat dulu sebelum mutusin nikah
sedangkan aku ketemu darat itu setelah bilang siap mau nikah...
mantap kan..?

Aku dukung 100% untuk menikah tanpa melalui proses pacaran terlebih dahulu!! Benar, Insyaa Allah hal itu lebih syar'i menurut agama islam. Majuu teruuss :)

Pertanyaannya adalah:
1. Sebagai gadis remaja yang sudah siap menikah, kalian ingin dilamar dengan cara apa dan bagaimana supaya proses lamaran berjalan lancar dan berkesan?

Jawaban:
Seorang pemuda sholeh datang ke bapak, terus ngomong dengan lantang, "Aku mencintai putri bapak karena Allah. Aku berniat menikahinya."

oke sip ^_^ semangat! tak perlu takut, ada Allah yang Maha Membolak-balikkan hati :) tetaplah percaya, lamaran tanpa pacaran, bisa kok!!

bagus juga jawabanya, kalo saya sbg orang tua dari anak perempuanya pasti saya akan meng iya kanya...

mantab ceritanya nih.. :-D

Saya jadi lebih paham makna sebenarnya "Cinta hanya karena Allah" itu..

Euyah saya mau nanya deh.. :-D

Terus-terus kalau misalkan yang gak ikut Tarbiyah gitu nih.. dan gak lewat murabi apakah bisa kita ta'aruf yg sesuai syariat??

hmm,, kalau langsung main ke rumahnya dan sekalian ngobrol sama keluarganya gitu..

Saya belum nikah Mas Yitno.. :-D
Jadi belum bisa cerita banyak..

Numpang nyimak tanggapan dari teman-teman aja yoo..
Lagi pengen belajar juga nih..

sebelumnya kita sepakat bhw sdh menjadi tabiat manusia bhw ada kecenderungan saling menyukai cz adax persamaan latar belakang., persamaan disini dilihat dr sisi seberapa jauh pemahaman agamax..,(sama2 mempunyai pemahaman yg sama) misalx, sama2 tarbiyyah...,

sy tdk tau apakah ada akhwat tarbiyyah mau menikahi laki2 yg tdk tarbiyyah.., tp tdk menutup kemungkinan ada... *smile
-----

Terus-terus kalau misalkan yang gak ikut Tarbiyah gitu nih.. dan gak lewat murabi apakah bisa kita ta'aruf yg sesuai syariat??

hmm,, kalau langsung main ke rumahnya dan sekalian ngobrol sama keluarganya gitu..

=> rasa2 aneh klo ada laki2 yg tdk dikenal tiba2 datang kermh ingin ngobrol soal lamaran, *smile, mgkn wanitax berpikir Anda ini siapa??? datang2 langsung ingin Ta'aruf....

jd saran sy baikx pake orang ketiga.., dmana org ketiga trsebut sangat dikenal dikeluarga sang wanita...

tp baikx tarbiyyah dlulah...

1. Silakan buka Daftar Isi untuk melihat artikel menarik lainnya
2. Komentar sobat adalah investasi besar untuk meningkatkan jumlah pengunjung ke Blog Sobat

Back To Top