ada hari ada nasi - HP Yitno ada hari ada nasi - HP Yitno

Bisnis Online I Affiliasi I Tutorial Blog I Tips & Trick I Motivation I SEO

ada hari ada nasi

Kisah ini pertama kali diceritakan oleh Bapak Nurhadi yang merupakan kepala sekolahku dulu saat masih duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah (MTs Tuan Sokolangu). Saya kira kisah ini cukup unik dan bisa memberi inspirasi bagi temen-temen blogger semua. Judulnya "ada hari ada nasi". Kisah ini masih terpatri dalam ingatanku sampai sekarang. Semoga terekam juga dalam ingatan kalian.
....................
Dahulu kala hidup seorang pemuda yang sederhana tetapi terkenal dengan kedermawanannya. Pekerjaan sehari-hari hanyalah mencari kayu bakar di hutan dan menjualnya di Pasar. Uang hasil penjualan kayu bakar ia belikan nasi untuk dia makan dan bagikan kepada tetangganya.

Nah suatu ketika sang raja menyamar menjadi rakyat biasa dengan berpakaian ala rakyat jelata tanpa ada pengawal di sekelilingnya. Sang raja berkeliling dari kampung ke kampung pada malam hari untuk mengetahui apa yang dilakukan rakyatnya pada malam hari. Ternyata kebanyakan rakyatnya sudah tidur ketika malam tiba kecuali seorang pemuda pencari kayu bakar tadi.

Sang raja yang penasaran dengan pemuda ini, langsung menghampirinya dan mengajaknya berkenalan. Malam itu mereka bercerita kesana kemari bak seorang yang sudah saling kenal sebelumnya. Darisitu sang raja tahu apa kebiasaan pemuda ini, yaitu seluruh hasil keringatnya hari itu, ia belikan nasi seluruhnya untuk dia makan hari itu juga dan membagi-bagikannya kepada warga sekitar.

Timbul dalam benak raja untuk menguji pemuda ini. Apa yang akan dilakukan pemuda ini jika ada larangan mencari kayu bakar apalagi menebang pohon di hutan.

Keesokan harinya ada perintah dari raja yang menyatakan, "tidak ada yang boleh menebang pohon dan mencari kayu bakar di hutan. Apabila ada yang kedapatan melanggar akan mendapatkan sanksi dari raja."

Mendengar larangan itu, dengan terpaksa pemuda ini pergi ke pasar tanpa kayu bakar di tangan. Di pasar dia beralih profesi menjadi kuli panggul untuk mendapatkan upah. Hari itu juga upahnya dia belikan nasi, sebagian untuk dimakan sendiri dan sisanya dibagikan kepada orang-orang di sekitarnya.

Karena penasaran apa yang telah dilakukan pemuda tadi, sang raja pada malam hari berkunjung lagi ke rumah sang pemuda sederhana tadi.
Raja: "denger-denger sekarang ada larangan mencari kayu bakar di hutan. Apa yang kamu lakukan?"
Pemuda: "tenang, aku sekarang menjadi kuli panggul di pasar."
Raja: "lalu uangnya?"
Pemuda: "uangnya aku belikan nasi, sebagian aku makan dan sisanya aku bagikan pada tetanggaku."


Keesokan harinya ada perintah lagi dari raja, "orang yang berdagang dipasar tidak boleh memperkerjakan kuli panggul, barang dagangan harus diangkat sendiri oleh pedagang."

Maka hari itu, di pasar tidak ada pedagang yang memperkerjakan kuli panggul. Lalu pemuda tadi berkeliling dan mendapati ada lowongan menjadi tentara kerajaan. Mendaftarlah sang pemuda dan diterima saat itu juga. Hari itu juga pemuda tadi resmi menjadi tentara kerajaan dan langsung mendapatkan bayaran satu bulan penuh. Uang satu bulan dia belikan nasi, sebagian untuk dimakan sendiri dan sisanya dia bagikan kepada warga.

Malam harinya sang raja yang menyamar datang kerumah sang pemuda untuk ngobrol sambil menanyakan apa yang dilakukan pemuda itu ketika para pedagang tidak boleh memperkerjakan kuli panggul.
Raja: "denger-denger raja memerintahkan agar para pedagang di pasar tidak boleh memperkerjakan kuli panggul. Apa yang kamu lakukan."
Pemuda: "aku menjadi tentara kerajaan. Dan saat itu juga aku mendapatkan gaji satu bulan penuh."
Raja: "lalu kamu kemanakan gaji tentara satu bulan penuh itu?"
Pemuda: "aku belikan nasi, sebagian untuk aku makan dan sisanya aku bagikan kepada warga."
Raja: "besoknya kamu makan apa?"
Pemuda: "ada hari pasti ada nasi"


Besoknya pemuda tadi kebingungan karena upah selama satu bulan sebagai tentara sudah habis. Lalu dia melihat pedangnya. Mata pedangnya dia potong kemudian menjualnya ke pasar. Hasil penjualan mata pedang dia belikan nasi untuk makan sendiri dan memberikan kepada warga.

Malam harinya raja datang lagi, dan menanyakan apa yang dilakukan pemuda tadi selanjutnya karena sang raja mengetahui bahwa upah pemuda sebagai tentara pasti sudah habis.
Raja: "upah kamu sebagai tentara sudah habis, apa yang kamu lakukan agar bisa makan?"
"aku menjual mata pedangku," kata pemuda sambil tersenyum sembari menghunus gagang pedang yang sudah nggak ada mata pedangnya.


Keesokan harinya sang raja memerintahkan panglima perang untuk membawa Ali (pemuda tadi) ke istana. Di dalam istana, sang pemuda tadi diperintahkan untuk mengeksekusi seseorang dengan pedangnya. Maka bingunglah pemuda tadi karena pedangnya sudah nggak ada isinya.

Tapi pemuda tadi nggak kehilangan akal. Sebelum mengeksekusi, dia mengeluarkan argumentasi kepada raja berupa, "kalau orang ini bersalah, maka pedangku ini akan menebas batang lehernya. Tapi kalau orang ini nggak bersalah, maka pedangku ini nggak akan bisa menebas kepala orang ini."

Tibalah waktunya untuk mengeksekusi. Seseorang yang akan di eksekusi sudah ketakutan karena dia tidak bersalah. Sedangkan para tentara menyaksikan sambil berjaga-jaga. Ketika gagang pedang si pemuda di hunus, ternyata mata pedangnya sudah nggak ada. Para tentara kaget kecuali sang raja yang malah tertawa.

Sambil tertawa sang raja berkata, "kamu kira aku nggak tahu apa yang telah kamu lakukan wahai pemuda. Aku tahu kamu telah menjual mata pedangmu ke pasar dan menjualnya. Lalu uangnya kamu belikan nasi dan kamu bagikan kepada seluruh warga."

Pemuda tadi tercengang dan berpikir darimana raja tahu apa yang dilakukan selama ini. Sambil melepas mahkota di kepalanya, sang raja berkata pada pemuda, "Wahai pemuda, masih ingatkah kau denganku. Aku adalah orang yang sering mengajakmu ngobrol waktu malam hari." Pemuda tadi benar-benar nggak nyangka kalau teman yang sering diajaknya bergurau saat malam hari adalah seorang raja.

Lalu pemuda tadi mohon maaf kepada raja dan ia menyatakan siap dihukum atas tindakannya. Akan tetapi raja tidak menghukumnya melainkan malah mengangkatnya menjadi kepala bagian logistic yang mempunyai tugas membagikan sembako pada rakyat miskin. Karena orang seperti dialah yang dibutuhkan seorang raja. Seorang yang dapat dipercaya dan bisa menjalankan tugas dengan baik tanpa mementingkan dirinya sendiri apalagi korupsi.

Hikmah dari cerita ini:
1. Apapun masalahmu, solusinya adalah sedekah.
2. Cara lainnya adalah sholat dhuha, sholat malam, membaca al-qur'an tanpa meninggalkan sholat fardhu tentunya :-)
3. Ingat matematika sedekah ini:
10-1=19 (10 kali lipat)
10-1=109 (100 kali lipat)
10-1=709 (700 kali lipat)
10-1=~ (tak terhingga)
SHARE :

Iklan Lucu & Super Kreatif Di Dunia

Amazing..!!! - Kata itulah yang mungkin akan anda katakan tatkala melihat iklan paling kreatif & termahal di dunia berikut https://youtu.be/jYsx0nlGtJ4.
23 Komentar untuk "ada hari ada nasi"

Ada satu petuah lagi yang unik:
"meskipun keluar dari pantat ayam, kalau itu telur - ambil. Meskipun keluar dari pantat bidadari, kalau itu tai - jangan."

kok bingung ya aq???
haahahaha..
yang penting pertamax lah

seperti buku 7 keajaiban rezeki ya jalan keluarnya adalah sedekah

"Sebagian rejekimu terdapat hak-hak orang lain, dan jika kamu ingin menjemput rejekimu maka bebaskanlah hak-hak orang lain tersebut sebelum rejeki itu datang kepadamu."

Artinya sedekah disaat kita lapang itu hal biasa, tapi sedekah disaat kita sempit atau kekurangan insyaallah berkahnya LUAR BIASA.

memberi itu... meringankan beban di hati... :)

bersedekah walaupun sekecil apapun rezekinya itu, bersyukur apa yang kita makan selama ini belum tentu orang bisa memakannya...

Bersedekah itu memang membawa berekah yaaa...

Terima kasih. Sobat..telah mengingatkan kita.akan penting nya sedekah.. :)

seperti yg selalu diingatkan oleh ust. yusuf mansur yah, ustad favorit mama saya itu :)

wah, setuju nih....
kehebatan sedekah

jd intix ini adalah sedekah ya mas..? *smile

sedekah memang sangat penting, apalagi kalo kita melakukannya dengan ikhlas :)

salam silaturahmi sob :)

cerita yang sangat menarik sekali untuk dibaca sobat...

ih kalau tai yang keluar, aku kabur kang, hahaha

Saleum,
kisah yang menarik, alhamdulillah aku udah bisa mengambil hikmahnya.

Kereen hoo :D Nah gitu dong ada tentara yang mau membagikan gajinya buat warga. Disini, emm. Belum nemu sosok begitu. Kalaupun ada, pasti sudah masuk TV :D hehehehe

manteb, ini sebagai pelajaran bagi kita akan pentingnya berusaha dalam menjemput rejeki dan setelahnya nggak lupa dengan melakukan sedekah.
Ono dino ono upo

Terima kasih untuk pengingat yang indah ini, Pak. Benar, bahwa dengan sedekah yang sempit menjadi lapang, yang lapang semakin lapang.

cerita yang sangat menarik sob,, hmmm,, terima kasih ya,, :)

iyah sedekah membawa berkah... :)

kalau nggak ada hari berarti nggak ada nasi ya :) hehe

bener2 inspiratuf mas ceritanya,,,

Wah ... bijak sekali pak Nurhadi itu ya. Ceritanya masih diingat sampai sekarang

1. Silakan buka Daftar Isi untuk melihat artikel menarik lainnya
2. Komentar sobat adalah investasi besar untuk meningkatkan jumlah pengunjung ke Blog Sobat

Back To Top