Frigo mondar-mandir masuk keluar kamar.
"lei comea, hah?",bentakku pada frigo. (
kamu tu kenapa toh)
Usai membereskan 3 kamar, tiba-tiba terdengar bunyi
'klukuk...klukuk' dari perutku. Gue jadi geli sendiri. "waaahhh dah akut nih, harus cepat-cepat makan siang nih". Kulihat jam dinding menunjukkan pukul 15.00 waktu setempat. "Pantesan aja bunyi, sudah kelewat waktu. Ini mah gak makan siang lagi, tapi makan sore jadinya",gumamku dalam hati.
Setelah bikin
'mie sedaap' goreng yang praktis, aku langsung menuju kamar. Jadi sudah kebiasaan kalau gak ada si bos, aku lama-lamain deh makannya sambil telponan,hihihi...(
jangan ditiru ya xixixi)
Belum habis
'mie sedaap' masuk keperut, frigo menggonggong keras banget. "kamu ni kenapa tow? jangan rese dech, laper nih perutku",ku berkata sendiri keras-keras biar frigo dengar.
Emang dasarnya anjing ya tetep anjing, gak juga mau diam. Eh malah makin keras dia menggonggong.
"kirekmu cerewet banget toh ji, telingaku sampe tuli dengerinnya",kata temenku di ujung telepon unjuk rasa.
(anjingmu cerewet banget toh ji, telingaku sampai tuli dengerinnya)
"iya nih, minat di pukul tu anjing kok, suka rese kalau aku di kamar. Apa lagi dia dengar aku telepon, hemmmm paling akut dech suaranya".
Ku biarin ajah sampe 40 menit aku di kamar.
"gukgukgukguk", selama itu pula frigo gak mau diem.
Aku tutup telepon, terus masuk dapur. Terlihat frigo menggeleng-gelengkan kepala dan telinganya yang lebar, sambil manja menari-nari.
Itu anjing ngikutin ekorku terus (
bukan aku yang ngikutin ekornya ya xixixi). Langsung ajah ku ambil sebatang kayu dan kuhentakkan ke lantai.
"lei tak em tak sau seng a?",bentakku keras-keras. (
kamu bisa diem gak?) Frigo tertunduk lesu dan matanya berkedip-kedip. (
takut ku pukul kayaknya xixixi)
Ku biarkan dia di ruang tamu. Ku lanjutkan aksiku mencuci pinggan(
panci). Baru 3 menit, frigo sudah muncul didepan dapur lagi. Gonggongannya keras banget. Darah ni memuncak, langsung deh melambai ni tangan diatas kepalanya
'plakkkk'. "auh...auh",raungnya kesakitan.
''makanya jangan rese dech ma gue",ucapku.
(
Sontak si frigo diam dan nggak berteriak lagi)
Setelah selesai dari dapur, gue menuju jendela ruang tamu buat bersihin jendela. Tak sengaja kulihat jam menunjukkan pukul 16.10 waktu setempat.
"astagfirulloh....gakgakagak",aku ketawa sendiri. Gara-gara telpon-telponan ma temenku, gue lupa ngasih makan frigo. Pantes aja si frigo mondar-mandir, menggonggong dan ngikutin ekor gue terus. "Coba kalau ngomong kan gue tau maksud eluuu..hihihi,"kataku dalam hati.
Itulah pengalamanku jaga anjing. Kalau gak tau bahasa anjing pasti repot, gak tau apa maunya, apalagi kalau itu minggu-minggu pertama kerja. Semoga bisa ngambil pelajaran dari cerita ini.
Pemeran utama:
- Fujiyama Astira
- Frigo (
sang anjing)
Lokasi:
- Hongkong
Bahasa:
- Kantonis
- Bahasa anak Jakarta-nan
- Bahasa Jawa
Created by Fujiyama Astira and HP-Yitno